Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kreatif Memilih

Menuju pasar bebas 2015 yang akan dijelang nanti, maka mau tidak mau menuntut kita untuk menjadi orang yang terampil dan kreatif. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas, diantaranya merangsang pikiran untuk menciptakan ide-ide yang inspiratif yang dapat menginspirasi orang lain disekitar kita. Membuat sebuah tulisan dapat menjadi salah satu alternatif untuk itu, boleh membuat sebuah karangan, nulis di blog, atau lebih kerennya adalah membuat sebuah buku. Orang-orang yang kreatif ini cenderung bisa lebih survive menjalani seluruh aktifitas kehidupannya.


Orang-orang kreatif juga cenderung lebih bisa lebih menguntungkan, contohnya ketika pemerintah menaikkan harga BBM. Gilee... yang sebelumnya harga premium Rp4.500/liter naik kurang lebih 33% menjadi Rp6.000/liter, hal ini sangat memberatkan orang-orang yang memiliki kendaraan termasuk para pengguna motor yang mayoritas menjadi pengisi di jalan raya. inginnya mengganti bahan bakar dari bensin menjadi alternatif yang lebih murah, namun hal itu belum mudah untuk diakomodasikan. Maka, salah satu alternatifnya adalah kita harus kreatif memilih motor yang irit namun tetap canggih dan enak buat dibawa berkendara.

Teringat perkataan teman ketika harga BBM naik, dia berkata : “ jaman sekarang tuh yang penting motor irit bukan motor buat gaya-gayaan biar semakin terdepan”. Bagaimana bisa gaji gak naik tapi pengeluaran malah terus bertambah termasuk nambah biaya bensin. Untungnya kalau saya lihat motor-motor keluaran honda itu lebih terdepan dalam mengakomodasi hal tersebut, motor-motor honda dilengkapi dengan teknologi PGM-FI (Programmed Fuel Injection) yang mampu membuat motor lebih irit BBM dan lebih ramah lingkungan. Dalam bahasa yang mudah dimengerti PGM-FI yaitu pasokan bahan bakarnya sudah tersistem yang dikendalikan oleh komputer yang namanya ECU (Electronic Control Unit). Jadi si ECU ini yang mengendalikan semua kebutuhan mesin baik bahan bakar dan temperatur (suhu), karena terkomputerisasi sehingga setiap kebutuhan mesin disupply dengan akurat. Keakuratan ini berdampak bagus bukan hanya kepada iritnya bahan bakar tetapi juga emisi gas buangan dapat ditekan semaksimal mungkin, hal ini sedikitnya mengurangi polusi udara yang kita ketahui sebagai penyebab pemanasan global.

Saya mempercaiyai teknologi PGM-FI yang dikembangkan oleh honda dan memang terbukti, saya mempunyai motor keluaran honda jenis Vario Techno 125, selain bandel dan kuat, motor ini juga memang irit, full tank bisa untuk seminggu dengan jarak Kota Cimahi – Gatut Subroto Kota Bandung sepanjang 22 KM (Pulang Pergi), dan ini merupakan hal yang paling menguntungkan bagi bapak-bapak muda karena biaya transportasi (membeli bahan bakar) dapat ditekan :D.

Dasar Honda memang selalu advance dalam mengakomodasi keinginan konsumen, khususnya untuk konsumen yang berjiwa laki banget yang menyukai motor sport karena kebanyakan motor sport yang ada saat ini dari berbagai pabrikan memang pada gagah-gagah tapi tidak irit bahan bakar. Honda mengakomodasi keinginan tersebut dengan menciptakan motor naked sport yang tidak hanya gagah namun juga irit, yaitu Honda CB150R streetfire. Motor ini menggunakan mesin CBR150cc: 150cc, DOHC, 4-Katup, 6-Kecepatan, berpendingin cairan dan teknologi PGM-FI juga didukung dengan rangka tipe Diamond (Trellis), sehingga dengan ditunjang teknologi tersebut Honda CB150R Streetfire memiliki performa tinggi, kestabilan maksimal serta yang paling penting hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Honda CB150R Streetfire
Jadi, keinginan untuk memiliki motor sport yang gagah, canggih juga irit serta ramah lingkungan para khalayak ramai di Indonesia dapat terakomodasi dengan Honda mengeluarkan motor CB150R Streetfire, selain itu yang menyenangkan lainnya adalah harga yang dipatok juga tidak terlalu mahal seperti motor sport yang selevel dikelasnya, untuk detail harga silahkan untuk mengunjungi website resmi honda.

Kisah Nyata: Seorang Ibu Penghafal Al-Quran

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat beserta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Para pembaca yang budiman…..
Untuk memberi motivasi kepada seseorang dapat melalui beberapa cara, diantaranya dengan menyajikan kisah – kisah yang menarik dan juga bisa menggugah semangat orang yang membacanya. Memang tujuan adanya kisah dalam al-Qur’an adalah sebagai peringatan dan diambil pelajaran oleh para pembaca. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an: 

'Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman'.( QS.YUSUF:111)
Dalam rubrik ini insya Allah kami akan menyajikan kisah – kisah yang dapat menggugah semangat dalam menghafal al qur’an dan juga menjaga hafalannya.

Berikut ini adalah kisah dari ukhti ummu zayid :
Alhamdulillah sesuai dengan kemuliaan wajah-Nya dan keagungan-Nya, aku telah khatam menghafal Al qur’an, berikut ini pengalamanku dan aku menghadiahkannya untuk kalian.
Perlu diketahui bahwa sesungguhnya tujuan terbesar dalam hidupku adalah hafal surat al baqoroh dan ali imron. Demi Allah, sekali kali kalian tidak akan percaya bahwa sebenarnya aku orang yang tidak memiliki kesabaran untuk menghafal al quran secara keseluruhan. Itu disebabkan karena aku menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang mustahil dan sangat susah diwujudkan. Dan saat itu, aku masih hidup dengan mempertahankan tujuan yang ingin aku wujudkan sebelumnya, yaitu hafal surat al baqoroh dan ali imron, aku beranggapan bahwa kedua surat itu adalah surat al quran yang paling sulit (untuk dihafal). Aku juga beranggapan bahwa sepertinya sulit sekali untuk mempertahankan hafalan tersebut dalam waktu lama. Subhanallah, tak terasa sudah 7 tahun aku mempertahankan hafalan kedua sutat tersebut. Ketika tiba bulan Ramadhan, tiba-tiba mengejutkanku bahwa ia akan beri’tikaf selama 15 hari terakhir Ramadhan di masjidil Haram. Tentu kalian mengerti akan kesulitan yang kuhadapi, karena aku ditinggal sendirian bersama anak-anakku

Ketika waktunya tiba dan suamiku pergi untuk beri’tikaf, akupun merasakan pahitnya ditinggal sendirian ( bersama anak-anak ). Kemudian , aku menengadahkan tanganku kepada Dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Lalu aku berdoa kepadanya dengan doa orang yang tertimpa kesulitan, sedang air matapun mengalir deras membasahi pipiku, “wahai Rabbku, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, curahkanlah kepadaku rezeki berupa teman – teman yang sholihah, yang lebih baik dariku. Sehingga, aku bisa meneladani mereka. Ya Allah, berikanlah untukku sebaik – baik teman.”

Sungguh,dalam waktu singkat do’aku dikabulkan oleh Rabb yang maha pengasih. Ketika aku duduk di depan computer sambil mengakses internet guna mencari situs yang berisikan informasi tentang keajaiban al-Qur’an al-karim,tiba-tiba mataku tertuju pada situs akademipenghafal Al-Qur’an. Sebelumnya,aku tidak tahu bahwa masuknya aku ke dalam komunitas situs ini adalah pertanda terkabulnya doaku. Aku pun masuk dalam komunitas situs ini dalam keadaan terharu.

Demi Allah yang tiada ilah kecuali Dia, aku sign out(keluar) dari situs ini dalam keadaan tidak seperti keadaan aku sign in (masuk).keadaan ini belum pernah aku impikan sebelumnya. Setelah itu, pikiranku tertuju untuk beritkaf selama 10 hari terakhir ramadhon dalam rangka menghafal alqur’an sejak pertama aku beritikaf, aku merasa kagum dengan para akhwat yang turut beritikaf denganku. Demi Allah, mereka adalah sebaik-baik saudari dijalan Allah mereka menceritakan pengalaman-pengalaman mereka dalam menghafal al qur’an.


Setelah mendengar cerita mereka, kubayangkan seakan – akan aku bagaikan makhluk dari planet lain (di tengah – tengah mereka). Masuk akalkah bahwa di antara mereka ada yang hafal al qur’an hanya dalam waktu 3 hari? Padahal, selama 7 tahunaku tidak memiliki hafalan kecuali hanya 2 surat.
Aku bertawakkal kepada Dzat yang maha hidup kekal lagi terus menerus mengurusi makhluk-Nya, atas karunia-Nya yang melimpah. Aku mengambil keputusan untuk beriktikaf dalam menghafal al qur’an. Karena sesungguhnya, inilah amalan terbaik di bulan Ramadhan. Aku pun berujar, “sungguh, Ramadhan kali ini akan berbeda (dengan Ramadhan sebelumnya), dengan izin Allah.”
Kuambil secarik kertas, lalu kutulis di dalamnya keuntungan – keuntungan yang akan kuperoleh dari menghafal al qur’an, berupa nikmat dan kebaikan yang besar, baik di dunia maupun di akhirat. Begitu pula dengan nikmat yng lebih besar daripada keduanya, yaitu keridhoan Allah kepadaku.

Dengan izin Allah, (saat itu) dalam waktu yang tidak lama lagi aku akan bergabung dengan mereka, sebaik-baik umat ini. Sebagaimana sabda Rosulullah
yang artinya :
“Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang mempelajari al qur’an dan mengajarkannya”
Saat itu, aku berkhayal seakan-akan aku bersama para nabi, shiddiqin, syuhada’, dan orang-orang sholih. Dan mereka itulah teman yang paling baik. Kemudian aku berkhayal lagi seakan-akan aku menempatkan mahkota diatas kedua orang tuaku dengan kedua tanganku ini. Aku berkhayal bahwa aku dapat membebaskan mereka (dari siksa), kemudian akupun kembali pada diriku (untuk membebaskan diri sendiri). Aku juga berkhayal mengenai berbagai kenikmatan yang allah anugerahkan kepadaku.

Aku menulis semuanya, dan kugantungkan tulisan itu ditempat yang senantiasa kurawat. Aku pun membawa halaman-halaman (mushaf al qur’an), dimana aku telah bertekad untuk tidak sekalipun meninggalkannya; bahkan aku menjadikannyasebagai teman setia dalam perjalanan ini.
Setelah itu, aku berwudhu lalu duduk dan membuka al qur’an. Aku berkata dengan suara yang terdengar oleh diri sendiri, “sekarang, aku akan menguji kemampuan akalku yang sebenarnya. Dan aku akan memulainya dengan bertawakkal kepada Allah.” Itu kuucapkan seraya mengulang-ulang firman Allah Ta’ala:

'Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?' (al Qomar:17)
Kemudian, kupasang alat pengingat untuk mengingatkanku bahwa aku akan hafal 1 lembar dalam 10 menit. Maka,akupun mulai menghafal halaman demi halaman. setiap halaman, kuhafalkan seraya berdo’a kepada Allah agar dia berkenan memantapkannya pada diriku. Doa yang kupanjatkan adalah “ wahai Rabbku, kutitipkan padamu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Maka, jagalah ia untukku”.

Aku mulai menghafal pada waktu dhuha sampai zhuhur. Lalu, menghafal lagi sampai jam 14.30 siang. Setelah itu, aku tidur sebentar dengan memasang alarm. Ketika alarm berbunyi pada jam 3 sore, aku segera bangun untuk shalat ashar. Kemudian , aku mulai menghafal sampai datangnya waktu maghrib, dan kulanjutkan hingga menjelang isya’. Dari mulai menghafal sampai selesai, aku tidak berpindah-pindah. Aku hanya duduk pada satu tempat, hingga tak terasa aku sudah hafal 3 juz. Ya allah betapa mulianya Engkau dan betapa besarnya nikmat-Mu. Akan tetapi, mengapa kami tak pernah mensyukuri nikmat ini?

Aku pun melanjutkan hafalanku sampai selesai menghafal 16 juz al qur’an dalam 6 hari, Alhamdulillah. Aku bingung, apakah akan kusempurnakan hafalanku menjadi 30 juz ataukah mengulang-ulang apa yang telah ku hafal, kawan-kawan baikku menasehatiku agar aku menyempurnakannya dan tidak berhenti hanya pada juz 16. Maka kusempurnakanlah hafalanku.
Aku yakin bahwa hafalanku tidak hilang hingga suamiku datang dan kembali berkumpul dengan keluarga. Karena, aku telah menitipkannya pada Rabbku yang Maha Mulia (agar Dia selalu menjaganya).
Subhanallah, tak terasa aku akan meninggalkan tempat dimana aku menghafal al qur’an dan berkhalwat dengan Rabbku. Setelah itu, aku akan menuju kehidupan yang melalaikan dan kehidupan fana, dimana semuanya sedang memfokuskan perhatiannya pada beberapa pertanyaan,”kue dan manisan apa yang akan kami persiapkan untuk hari ‘id kali ini?” pakaian apa yang akan kami pakai pada hari ‘id kali ini?” serta berbagai hal lainnya, sedang aku masih mengasingkan diri untuk menghafal al qur’an.
Kemudian, aku kembali kepada mereka, sedang aku berharap dapat mengkhatamkan hafalanku pada hari terakhir bulan ramadhan dan mendapat dua kebahagiaan. Namun ketika uang kuharapkan belum terwujud, cobaan dan ujian dari Rabb semesta alam datang padaku. Sehingga mencul pertanyaan, apakah aku akan melanjutkan hafalanku atau justru menghentikannya? Dan Alhamdulillah, aku tidak berhenti menghafal. 

Mungkin kalian tak akan percaya bahwa suatu hari aku tidak dapat menghafal kecuali hanya 2 halaman. Bukan karena tidak bias, tapi karena aku disibukkan dengan musibah yang menimpku. Keempat anakku semuanya menderita demam tinggi, hingga mereka tidak bias tidur sepanjang malam. Karena itulah, aku banyak begadang malam untuk menemani mereka. Bahkan ketika aku merasa kepayahan sedang anakku yang paling kecil terus menerus menangis; dan tidak ada seorang pun yang membantu, aku pun jatuh sakit.
Alhamdulillah, walau sakit aku tak berhenti melanjutkan hafalan, dan terus berusaha sampai Allah berkenan menyembuhkan anak-anakku yang sudah lama terbaring sakit. Setelah mereka sembuh, aku bertawakkal kepada Allah dan berkata pada diri sendiri,”Akan kukhatamkan 10 juz hafalan yang tersisa, dalam waktu dekat.” Dan Alhamdulillah, sungguh Allah telah memberikan karunia-Nya kepadaku hingga aku dapat menghafal dengan cepat.
Sekarang, akan kuceritakan kepada kalian momen-momen terindah dalam hidupku, yaitu saat aku mengkhatamkan hafalan al qur’an.

Pada pagi hari itu, aku bermimpi indah. Mimpi itu menghembuskan kabar gembira bahwa pada hari itu aku akan mengkhatamkan hafalan al qur’an. Serta merta, aku pun teramat gembira. Karena, pada hari itu hafalanku yang tersisa hanya tinggal 3 juz.
Aku mulai menghafal. Dan tanpa sadar, aku menghafal dengan cepat. 1 halaman dapat kuhafal dalam waktu 8 menit, bahkan kadang hanya 5 menit. Sehingga, ketika waktu menunjukkan pukul 21.00 malam, aku masih tak tahu bahwa itulah waktu yang telah kutunggu-tunggu. Itulah waktu pengkhataman hafalan.
Aku terus membaca, hingga tak kusadari bahwwa yang tersisa hanya tinggal beberapa halaman. Tahukah kalian bagaimana aku menyadarinya? Sungguh, kalian tak akan percaya. Aku merasakan sesuatu yang sangat aneh. Ini belum pernah kurasakan sebelumnya. Perasaan ini bahkan tak bisa digambarkan, karena begitu cepatnya menjalar ke seluruh tubuhku. Perasaan yang berupa ketenangan dan ketentraman.

Demi Allah, seakan-akan diriku terbang karena ringannya tubuh. Aku jadi seperti selembar bulu, karena saking ringannya. Aku merasa heran, hingga aku bertanya pada diriku sendiri, “Rasa apakah ini?” jantungku mulai berdegup kencang, seolah-olah ia berkata kepadaku, “ semoga keberkahan terlimpahkan atasmu. Engkau telah khatam menghafal al qur’an. Al qur’an telah bersemayam didadamu.”
Tiba-tiba aku tersadar, ternyata aku sedang membaca akhir ayat dimana aku mengkhatamkan al qur’an. Aku pun langsung menyungkurkan diri bersujud syukur di tanah, sedang air mata kegembiraan jatuh menetes ke bumi. Aku lantas berlari menemui suamiku, dan kukabarkan berita gembira ini padanya dengan penuh suka cita.
Lalu, kutatap mushaf yang telah menemaniku sepanjang perjalanan menghafal ini. Aku menangis sembari berkata, “ duhai mushafku yang tercinta… sungguh, aku telah sampai pada momen-momen terindah dalam hidupku.” Kupeluk mushaf itu dengan erat, dan berulang kali kuucapkan, “ Alhamdulillah, segala piji bagi Allah, sesuai dengan kemuliaan wajah-Nya dan keagungan kuasa-Nya. Alhamdulillah, aku telah khatam al qur’an sebelum ajal menjemputku.” Padahal sebelumnya, aku takut jika aku mati sedangkan aku belum sempat menghafal al qur’an dengan sempurna.
Berikutnya, perasaan yang tak bisa kugambarkan adalah tiba-tiba aku beranjak kedepan computer. Lalu, kuputar CD berisi ucapan-ucapan takbir, yang kuimpikan sepanjang masa hafalanku. Kemudian, aku dan suamiku mendengarkannya dan semua merasa gembira.

Ya Allah, segala puji bagi-Mu yang telah memuliakanku dengan menghafal kitab-Mu. Duhai Rabbku, betapa mulianya Engkau. Kau telah menggantikan kesendirianku dengan sahabat-sahabat terbaik yang menemaniku dalam kehidupanku dan di kuburku nanti. Wahai Rabbku, ku berdoa pada-Mu saat hatiku terkoyak lantaran kesendiriaan. Kemudian, Engkaumenggantinya dengan sesuatu yang lebih dari apa yang kuangan-angankan dan kuharapkan. Betapa mulianya Engkau, wahai Rabb yang maha pengasih, yang telah memberikan karunia berlimpah.

Untuk menutup halaman-halaman yang indah ini, aku sampaikan kepada kalian bahwa aku adalah wanita, sebagiman wanita yang lainnya. Aku memiliki suami dan anak-anak. Anak-anakku belajar di sekolah khusus dengan kurikulum pelajaran yang sulit. Aku hafal al qur’an, tapi aku tak melalaikan tanggung jawabku sebagai seorang ibu. Aku mendidik anak-anakku dan berusaha mengajari mereka segala sesuatu. Bahkan tanggung jawabku yang paling utama adalah sebagai seorang istri yang berusaha untuk mendapatkan keridhaan suami, tanpa mengurangi haknya dan menunaikan kewajiban-kewajibanku secara sempurna.
Alhamdulillah, Allah tidak menjadikanku telat dalam menghafal al qur’an. Demi Allah, janganlah sekalipun kalian beralasan atas tidak hafalnya kalian terhadap al qur’an. Apalagi kalian adalah para gadis yang belum menikah dan belum memikul tanggyng jawab.

Pertama dan terakhir kalinya adalah berprasangka baik pada Allah. Karena dengan begitu, Allah akan berprasangka baik sesuai dengan persangkaan hambanya. Pada awalnya, aku mengira bahwa surat al baqarah dan ali Imran sangat sulit untuk dihafal; dan usaha itu akan memakan waktu yang lama. Dan Allah pun memberikanku anugrah sesuai dengan apa yang kusangka, yakni menghafalnya selama 7 tahun. Itu karena aku tidak berprasangka baik kepada Allah. Namun setelah itu, ketika aku berpasrah diri pada Allah dan berprasangka baik terhadap-Nya, aku berujar pada diri sendiri,”aku akan menghafal al qur’an secara keseluruhan dalam waktu singkat.” Allah pun memuliakanku dengan menghafal kitab-Nya, bahkan memudahkanku. Allah menunjuki jalan dan cara menghafal yang bermacam-macam, yang tak pernah kumengerti dan kuketahui sebelumnya.

Wahai orang yang berkeinginan untuk menghafal al qur’an, bertawakkallah kepada Allah ! bersungguh-sungguhlah dalam berusaha! Dan jujurlah pada dirimu, bahwasanya engkau benar-benar ingin menghafal al qur’an! Serta, berprasangka baiklah bahwa Allah akan memberikan taufik-Nya atas usahamu! Demi Allah, engkau akan memperoleh apa yang kau inginkan dengan segera. Dan engkau akan menjadi bagian dari penghafal kalam ilahi yang paling agung, yaitu kalam Rabb semesta alam. Dia telah berfirman :
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17)
Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (al Qomar:17)
Subhanallah, mereka yang mengenalku mengira bahwa aku selalu mengawasi anak-anakku. tapi tanpa perlu kujelaskan dengan kata-kata, mereka akan mengetahui hal yang sebenarnya.

Suatu hari, ketika aku sedang duduk, anakku yang belum genap berusia 2 tahun mendekati meja yang di atasnya terdapat beberapa mushaf. Kemudian, ia membawa mushaf yang biasa kugunakan untuk menghafal. Ia mengenali mushaf itu, dan membawanya padaku. Setelah itu, ia menyerahkannya padaku sembari mengucapkan beberapa patah kata, “bacalah wahai ibu, dalam waktu dekat ibu akan selesai mengkhatamkannya.”
Subhanallah, pada hari itu tidak ada perhatiannya selain mencariku dan mencari ayahnya. Jika mushaf tidak terdapat di tangan kami, maka ia berlari untuk mengingatkan kami. Subhanallah.

Dikutip dari buku “menghafal Al-Qur’an dalam satu bulan” karya Ir.Amjad Qosim.

Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak

Makin hari tuh yahh, tubuhku makin aja berkurang timbangannya..hadoooh!, kering kerempeng gitu dah. Lagi nyadar akan kesehatan nih ceritanya, makanya lagi perhatiin bagaimana caranya biar bisa bergaya hidup sehat dan agak gemukan! Agak kurang ngerti juga kebanyakan orang nyaranin buat minum susu apalagi kalau susu instan katanya cepet gendutnya.Tapi ada bener juga siih kayaknya.. susu itu penting banget buat tubuh, ngomong-ngomong soal susu setahu aku sih gak ada yang secanggih dan sehebat susu ibu a.k.a ASI :D.

Inget gak sih ketika kita baru lahir hingga umur 4 bulanan gitu, kan gak boleh ada masukan makanan atau minuman selain ASI. Konon katanya Asi itu mengandung zat-zat penting buat kecerdasan otak, diantaranya taurin sebagai neo transmiter yang baik untuk perkembangan otak, AA dan DHA zat yang didapat dari perubahan omega 3 dan omega 6 yang berfungsi untuk perkembangan otak.


Selain itu ASI juga mengandung GA. Nah si GA ini berperan untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar serta berfungsi sebagai alat konektifitas sel otak bayi. GA juga sangat penting bagi tumbuh kembang anak, ketika lahir bayi memiliki 100 milyar sel otak yang belum terhubung dan GA dibutuhkan untuk menyambungkan sel-sel otak tersebut.

Saking pentingnya pemberian ASI pada bayi, Al-quran udah ngasih tahu bahwa menyusui itu dianjurkan 2 tahun, bunyi ayatnya tuh: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin meenyempurnakan penyusuan..." (QS. Al Baqoroh: 233). Kenapa gak 1 tahun atau 3 tahun coba?, ternyata menurut penelitian 2 tahun pertama otak dan tubuh anak sedang berkembang-kembangnya banget atau bahasa kerennya itu sebagai masa golden age. Tubuh bayi tuh sangat membutuhkan ekstra kalori dari nutrisi yang tepat untuk menjaga perkembangan fungsi organ-organ tubuh. ASI yang diberikan selama 2 tahun mampu mencukupi 1/3 kebutuhan kalori, 1/3 kebutuhan protein, 45% akan kebutuhan vitamin A dan 90% kebutuhan akan vitamin c.

Pemberian ASI yang sudah diberikan lebih dari 1 tahun memiliki kandungan yang luar biasa bermanfaat untuk anak, ASI tetep mengandung zat imun untuk bayi bahkan dalam suatu penelitian beberapa zat imun justru meningkat jumlahnya dalam ASI di tahun ke 2 belum lagi kandungan gizinya. Pada tahun ke 2 setiap 448 Ml ASI dapat memenuhi 29 % dari kebutuhan energi, 43% dari kebutuhan protein, 36 % dari kebutuhan kalsium, 75% dari kebutuhan vitamin A, 76 % dari kebutuhan Asam folat, vit B12 dapat dipenuhi sebanyak 94% dari mengkonsumsi ASI dan ASI bisa mencukupi 60% dari kebutuhan vit c.

Terus ASI juga membantu pertumbuhan mental anak looh.., jadi bayi yang di susui oleh ibunya akan cenderung lebih tenang dan tidak hanya menerima makanan tapi lebih dari itu terlibat dialog-dialog biologis yang dinamis secara 2 arah,ini adalah ikatan fisik, fsikologis dan interakasi antara bayi dan ibunya selama menyusui dan memelihara kemampuan mental bayi artinya jalinan kasih sayang antara ibu dan anak akan semakin kuat dalam proses menyusui.

Beuh.. kalau ngomongin tentang ASI tuh gakan ada habisnya deh. Subhanallah mahasuci Allah yang telah menciptakan semuanya begitu sempurna. Ayoo buat para ibu jangan menyia-nyiakan karunia Allah ini, budayakan memberi ASI eksklusif pada bayi. Oh iya informasi ilmiah terkait kandungan ASI diatas didapat dari hasil nyimak acara Khazanah Trans 7.

Memang ASI itu adalah susu inovasi tinggi yang alami, halal dan menyehatkan. Namun supaya semua manfaat dari susu yang udah dijelaskan diatas kerasa manfaatnya, ingat nih buat para ibu-ibu harus memperhatikan asupan makanan yang dimakannya, prinsipnya 2 sih apapun yang ibu makan atau minum, mesti halal dan baik (halalan thayyiban). “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”. (QS. Al Maidah: 88). Jadi kalau asupannya baik dan halal nanti ibunya sehat, susu yang dihasilkannya baik, dan anak-anak yang meminumnya juga bisa merasakan manfaatnya.

Sampai jumpa ditulisan-tulisan selanjutnya di blog ini,tinggalkan comment untuk tulisan yang lebih baik. Terima kasih.  

Seni Photografi yang Indah

Postingan kali ini untuk sahabat semua yang hobinya motret neh,, nemu gambar-gambar serangga dari twitter, karena sangat keren bangets jadi aja pengen ikutan posting.
Ternyata serangga yang buat aku sendiri agak kurang enak dilihat dan diperhatikan, bisa berubah 360 derajat setelah lihat gambar-gambar berikut, cekedooot:
























Semua gambar diatas diambil dari http://haxims.blogspot.com/2012/01/seni-fotography-serangga-yang-keren.html#ixzz1iN0mOtRH

Waooow Kereen bangett,,jadi pengen kabita nehh jagoo motret.. :D

Sempet Bilang [gak] Adil sama Allah!!


Ceritanya sekarang tuh (230512, 21:34) lagi bahagia, bukan karena dapet Umrah Gratis, gak juga dapet motor byson, atau terwujudnya segala impian. Tapi emang kalau kita lagi refresh, hati kita tenang dan pikiran pun berasa nyantai, kita bisa merasakan betapa banyak nikmat Allah yang terkadang kita lupakan; kelengkapan keluarga, bisa balik lagi ngumpul bareng keluarga, lihat ibu ketawa-ketawa de-el-el. Yang terkadang bikin kita (aku maksudnya) malu, kebanyakan minta sama Allah tapi Syukur atas nikmat yang telah diberikan itu masing jarang-jarang.

Tapi kalau lagi bahagia gini suka inget cerita waktu lulus SMU…#jangan dikira yaa.. ganteng-ganteng gini juga ku pernah sekolah *Sembari Kalem# Inget banget dulu sehabis lulus SMU sempet maki-maki Allah, bilang Allah gak adil dan gak sayang, cuman gara-gara ku gak bisa lanjutin langsung buat kuliah, sedangkan anak-anak yang lain yang kerjaannya waktu sekolah itu kadang ‘mabok’, mabal, de-el-el, mereka dengan mudahnya ngelanjutin ke Kuliah.
ciee..gayanya kayak cover majalah remaja neh..:D
Yang bikin tambah nyesek adalah yang satu ini:.. jadi ceritanya dulu waktu sekolah tuh ku selalu juara (pasti bilang: ’Ya Allah gusti nu agung teu nyangka’..*haaah ngelus dada,, ), sepanjang SD cuman pas naik ke kelas 4 aja ku juara 2 selebihnya ku sabet juara 1 terus, di SMP gak kalah keren dari 8 kelas (yang masing2nya bisa nyampe 35 siswa) ku juara ‘umum’ ke-2, Kalau SMU walaupun gak masuk juara umum 3 besar tapi kalau di kelas paling berprestasi *nyengir bari membusungkan dada,,hahahaa .. lanjutin dulu baca jangan bilang:’ gituu aja mennniii somboong,,’

Kenapa hal diatas bikin nyesek??, karena setiap ketemu dengan guru, temen, dan siapapun selalu bilang:
Mereka: ‘ agus dilanjutin ke kampus mana ..?’
Aku : ‘kayaknya gak dulu..?’
Mereka: ‘ ya Allah sayaaang bangett, pinter-pinter!!’
Bahkan ada yang bilang juga: ‘ya udah atuh otaknya tukeran!’,, hah dikira die otak aku otak udang apa yang tinggal dicokel terus dipindahin *Ngakaaak….

Kata-kata ‘ya Allah sayang banget’ itu yang bikin nyesek,, kesan yang tertangkap itu adalah kasihan si Agus, pinter tapi kurang beruntung…, kata-kata itu selalu diucap setiap ketemu orang lagi.. ya Allah udah itu mah pengennya gak ketemu siapa-siapa, ditambah kalau ke sekolah tuh lihat orang lain pada sibuk siapin dokumen untuk persyaratan kuliah .. laahh aku melongoo ajaa…. *huuuhhh ,,, dulu seh ngerasa sedih.

Tapi alhamdulilah sesedih-sedihnya karna gak bisa kuliah, ku gak pernah marahin ibu-bapak minta dikuliahin.. *dulu keuangan keluarga lagi gak memungkinkan buatku langsung kuliah…* tapi ya itu ku mikirnya ini mah Allah gak ngasih kemudahan ke aku untuk kuliah, dengan keimanan yang ala kadarnya jadi aja yang terlintas adalah: ‘…halaaahh Allah mah gak adil sama saya, masa temenku yang kerjaanya mabok, dll bisa kuliah masa aku gakk…, mana katanya Allah adil, suka sama kebaikan.. aku udah berbuat baik ya Allah masa.. aku gak bisa kuliah .. ‘ dan kata-kata yang lain lagii … huuh parah banget yaa…

Ternyata SALAH banget Sejuta Persen ………

Sekarang baru terasa, ternyata Allah mau menunjukkan keadaan dan suasan yang luar biasa, baik keadaan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Yang belum tentu bisa didapatkan kalau aku dulu langsung kuliah: bisa jadi kalau langsung kuliah aku malah berhenti tarbiyah, Play Boy à yang suka pacaran sembarang, ibadah seadanyaa, nyari pasangan hidup juga sembarangan.. huh maafkan atas segala ketidaktahuan ini ya Allah.

Waah ku gak bisa cerita baiknya sekarang apa ajaa… bertemu dengan teori mimpi yang dahsyat dan tidak semua orang menyadari ini, juga terutama sekarang berada di lingkungan kerja yang kondusif secara lingkungan dan gak bisa digantikan dengan apapun, bukan karena gajiku disitu selangit. Tapi disini ku mendapatkan suasana lingkungan yang islami, dimana ibadah selalu diingatkan, hubungan dg lawan jenis terjaga, niatan umrah dan haji yang kuat, niatan pengen jadi hafidz (aamiin-kan semuaanyaa…:D), juga masih banyak yang lainnya pula diluar lingkungan kerja yang Allah berikan yang sangat terbaik.
Yang kesemua itu belum tentu didaptkan ketika aku dulu langsung kuliah, bisa jadi saat ini aku udah jadi manager di perusahaan terkenal dan mungkin hubungan dengan lawan jenis tidak terjaga, ibadah seadanya, boro-boro pengen hafidz ngaji juga gak tahu deehh,, heee..

Makasih ya Allah atas semua karunia-Mu, ku bertaubat memohon ampunan-Mu atas segala khilaf tempo dulu!!

Oh iyaa,, aku bukannya lebay cerita ini, tapi intinya adalah ini:

“………, Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan oleh jadi kamu menyuukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah:216)

Sahabat semua, kita mesti nyadar bahwa kita tuh gak tahu apa-apa dibandingkan dengan Allah, dan Allah itu lebih tahu kebutuhan kita melebihi diri kita sendiri. Selian khusnudzon gak ada pilihan lain yang harus dipilih, yakinlah terus sama Allah pasti memberikan yang terbaik….

Jadi kalau saat ini ada yang lagi down: usahanya gagal, mimpinya belum terwujud, ada yang sakit menahun, punya pasangan yang ‘mungkin’ bukan yang diimpikan, belum ketemu jodoh, atau ditinggal nikah gitu sama gebetannya *haaa…, de-el-el. Mungkin saat ini hal  itu terasa sedikit menyakitkan, tapi yakinlah Allah mau menunjukkan sesuatu yang jauh lebih indah namun jalannya adalah seperti saat ini,,
Tetep sabar aja, keep move on dan semangat sama apa yang sedang dijalani dan direncanakan. Yakinlah: Allah itu selalu memberikan yang terbaik dan terindah untuk hambanya.. :D

Dan inget juga loh,, Allah tuh sesuai dengan prasangka hambanya. Jadi hayuuu…, kita sama terus memperbaiki diri dan terus khusnudzon (baik sangka) sama Allah moga dengan itu semua Allah semakin dekat memberikan jalan yang terbaik dan mewujudkan segala cita dan mimpi.

Silahkan tinggalkan comment untuk tulisan yang jauh lebih baik! :D







Jadikan (Berproses) Haji itu Wajib


Kalau inget kata ‘Haji’ itu bawaannya inget TPA..(hehe.. pura-puranya pernah TPA!), pastinya laah,, Rukun Islam yang salah satunya Haji itu adalah pelajaran wajib bagi anak-anak TPA.
Inget gak seh.. waktu jaman sekolah dulu kita kalau ditanya siapa yang pengen haji..???,, Pasti ngacung yang paling tinggi … “saya bu .. saya..!!” hehe padahal gak tahu ngapain tuuh hajiii … waktu berlalu: SD, SMP, SMU ..pasti kalau ditanya siapa pengen Haji .. ?? tentunya masih ngacunglahh .. tapi ngacung yang sedikit berwibawa karena udah tahu haji itu apa, ngapain, tujuannya apa, de-el-el.

Tapi kalau ditanya sekarang, siapa  yang pengen haji.??, (Tanya diri sendiri) dengan keilmuan dan keimanan yang sudah bertambah pastinya: masihkah ngacungnya itu yang kayak anak SMU..??, ngacung yang cuman,, kalau ditakdirkan berangkat yaa..syukur!, kalaupun gak ya..gpp..!, kan mesti pake duit perginya itu, lagian “haji itu kan wajib bagi yang mampu”.

Hallooww …??, kalau pikiran kita masih gitu, kayaknya ada yang korslet deh (ayo cepetan benerin). Mudah-mudahan tulisan ini bisa sedikit memperbaiki, kalaupun gak,, yaa.. sharing aja ini mah. Bener seh dalam kata haji di rukun islam itu ada embel-embel kata ‘bagi yang mampu’ ,,, berarti kalau yang haji itu pasti mampu, yang belum haji itu orang yang belum mampu. laah kalau seumur hidup kita gak pernah Haji, kita tuuh termasuk orang yang …??? (aku gak bilang ahh …).

Tahu gak seh, satu-satunya tuhan yang maha adil seadil-adilnya ya..Dialah Allah!, makanya beruntung banget kita bisa jadi orang muslim. Inget yaa.., Allah tuh gak pernah lihat HASIL, tapi Allah itu melihat proses, gak Adil gimana coba ..?, jadi nanti di akhirat itu pas dikumpulin di padang mahsyar, Allah gakan bilang gini (sembari tunjuk-tunjuk): “ hei .. kamu, haji.. haji.. hajii..haji. misahin diri..” atau yang lainnya: “ kamu .. hafidz.. hafidz.. hafidz.. misah”. Kayaknya gak adil deh kalau Allah gitu,, ya iyalah enakan yang haji dari uang yang gak halal dong, korupsi misalkan. Tapi untungnya tuhan kita tuh gak gitu, Allah melihat proses perjalanan kita menuju haji, dia haji dari uang apa?, niat dia haji ngapain?, persiapan ilmu yang disiapkan bener gak?, terus kalaupun kita udah haji, Allah malah terus melihat proses, proses perilaku dia setelah ibadah haji, jadi tambah sholeh gak seh?, jadi makin dermawan gak seh?, de-el-el. Lihat dehh hajinya kan gak dinilai: yang dinilai itu proses dimana dia berangkat haji terus gimana proses dia setelah menjalani haji itu?, kalau gitu apa yang membuat kita untuk tidak semangat berproses.

Yang niatnya masih nyantai-nyantai aja,, segera istigfar dan lurusin, mulai deh azamkan dalam diri kita untuk berangkat ibadah HAJI.
Dan Umrah adalah salah satu tangga menuju ibadah haji ..secara Haji itu ngantrinya udah padet banget,, daftar tahun 2012 baru bisa berangkat 2017..  tapi Alhamdulilah berarti banyak saudara-saudara kita yang mempunyai kesempurnaan iman. Jadi yang punya azzam yang kuat untuk haji, tanamkan juga pada ibadah Umrah. Tapi kayaknya niat aja gak cukup deh,? Looh kenapa gak cukup, mari kita urai.

Kadang sebelum tidur ku mikiir, ntar kalau ku mati (tapi ntar-ntar aja matinya, belum nikah neeh..hehehe) terus ditanya sama Allah: “Guus.. kenapa kamu gak haji/Umrah?,” terus ku jawab: “ udah ya Allah, aku udah berusaha tapi belum kesampaian?” terus Allah Tanya lagi,  “ apa tuh usahanya?” , “hehe..niat doang ya Allah..(sembari nyengir)?”.. jujur seh aku mah maluu … aslinya!,, ya minimal ada hal lain yang bisa kita claim sama Allah sebagai usaha kita menuju umrah/haji. Inget kata kuncinya adalah Allah itu menilai proses bukan hasil, jadi gak ada urusan buat kita untuk jadi pergi Umrah/Haji atau gak?.

Mulai deh kita nyari ilmu tentang tata cara Umrah/ Haji, bikin paspor Karena gak mungkin pergi haji/umrah tanpa paspor, beli perlengakapan, koper misalkan bagi yang belum punya.. kan agak kurang lucu kalau umrah pake ransel yang buat kemping..hahaha.., bergaul deh sama yang udah pernah pergi Haji/Umrah untuk menambah semangat kita untuk pergi, terus hal lain yang penting adalah nabung tentu saja ,, karena mesti  pake ongkos pergi Haji/Umrah itu,, nabungnya berapa? bebass.. gak mesti besar-besar (tapi kalau bisa besar its better). Inget juga selain gak melihat Hasil dan hanya melihat proses, Allah juga gak melihat besar atau kecilnya suatu amalan..
Coba kita ulangi pertanyaan diatas ketika Allah Tanya diakhirat: “Guus.. kenapa kamu gak haji/Umrah?,” terus ku jawab: “ udah ya Allah, aku udah berusaha tapi belum kesampaian?” terus Allah Tanya lagi,  “ apa tuh usahanya?” , “saya udah berniat ya Allah, mempelajari ilmu tentang haji/umrah, sudah bikin paspor, saya juga udah nabung.. tapi hingga habis panjang umurku, Engkau tidak memperkenankan aku untuk berangkat Haji/Umrah?”, terus Allah Tanya lagi: “berapa nabungnya gus?” ..misal ku cuman nabung 10.000/bulan. “ya Allah saya nabung 10.000/bulan?”, gakan mungkin Allah sama malaikat-malaikat itu terjungkir sembari ketawa-ketawa.. terus bilang:” mimpiii ..kamuu …., 10.000/bulan mau pergi  haji/Umrah?”. Justru dihadapan Allah itu akan sangat besar, asalkan niat kita ikhlas. Mari jalani proses.

Yang gak kalah penting diantara semua adalah ‘Melayakkan diri kita untuk berangkat Haji/Umrah’ ini sangat penting. Contohnya gini deh, gakan mungkin didalam suatu perusahaan mengangkat seorang CEO, kalau orang itu gak layak menjadi seorang CEO.. lahh ini juga sama, apalagi ini sama Allah,, Allah pasti gakkan berangkatin kita kalau diri kita emang gak layak untuk pergi Haji/Umrah. Mulai dehh untuk selalu berpikir dalam bertindak ini dan itu,, kira-kira pantas gak seh kalau yang mau Haji/Umrah melakukan ini, melakukan itu..(tapi jujur ku juga masih jauh dari sini..). mudah-mudahan dengan segala usaha (proses) yang dijalani, Allah segera memberangkatkan kita untuk Haji/Umrah.

Masalah pergi Haji/Umrah itu adalah urusan Allah, kita sering melihat peristiwa-peristiwa yang luar biasa terkait orang-orang yang berangkat Haji/Umrah. Tahu gak di Jawa Timur itu ada seorang tukang pecel yang berangkat haji, tahu gak kenapa,?? ,, cabang dia banyak man… ada dibandung, Jakarta, Surabaya.. penghasilan perbulannya bisa puluhan juta.. heehehe ya iyalah dia bisa berangkat…!! ce ilee… gak deng .. pernah denger dong cerita tukang becak yang berangkat haji, tukang jagung rebus.. gak usah diceritain lagi lah yahh … itulah keajaiban yang diluar nalar manusia. Mereka berangkat karena emang mereka layak secara keilmuan dan jiwa, walaupun kalau secara uang belum layak,, tapi lihat kalau Allah sudah berkehendak,, jadi deeh tuh dia berangkat..

Tadinya pengen nulis ini kalau udah berangkat Haji/Umrah, biar lebih terasa ruh-nya.. tapi yaa.. kalau seandainya gak berangkat (amit-amit sehh .. mudah2an bisa) Haji/Umrah yaa gakan nulis dong.. itu sama aja sama orang yang bilang ahh sedekah besarnya kalau udah kaya.. yaah .. kalau gak kaya, gakan sedekah banyak dong.. hehehee..

Yaa.. mari kita sama-sama berdoa dan berproses terus menuju perjalanan suci, moga dengan itu kita bisa cepat diberangkatkan sama Allah. Saya doain yang baca ini bisa cepet pergi Haji/Umrah,, ntar disana doain aku juga yaa.. segera berangkat.. amiin..

Ya intinya, mari  kita terus berproses menjalani apapun  itu baik haji, ngapalin qur’an, de-el-el, karena Allah hanya melihat proses bukan HASIL. Semoga banyak hal yang dapat kita claim diakhirat sana sebagai pertanggungjawaban kita terhadap Allah SWT.

Cantik ??, Ulat Bulu tapi ....

Selama ini kebanyakan orang hanya suka Ulat bulu kalo udah bermetamorfosis menjadi kupu-kupu doang .. termasuk saya pribadii ...
apa indahnya ulat bulu coba?, geli, berbulu dan bikin gatel ...

Tapi nanti duluu .. lihat foto-foto berikut deehh ... kayaknya gak gitu-gitu banget deh ulat buluu ... indah malah ..(tapi tetep sehh bikin gatel kayaknya ?? hahahaha )...

Cekedot!!..


Bener .. Indah juga ne ulat-ulat..
Alhamdulilah ,, inilah salah satu keagungan Allah ...

(ini hasil browsing diinternet! bukan hasil motret sendiri..he)

Pesan Istri Sholehah

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.

“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendirilah”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yg di usapnya.

“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya , ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an umi ridho”, begitu katanya.

Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“kak, kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Baigaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaan.

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.


Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.

Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.


Ya Allah….

Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.

Pelajaran yang membuatu menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..

Subhanallah..

Surga dan Kenikmatannya


 Surga adalah tempat hunian abadi orang-orang yang beriman dan beramal shalih yang didalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang luar biasa yang belum pernah dilihat di dunia, belum pernah di dengar oleh telinga dan belum pernah dibayangkan oleh hati manusia. Mereka akan tinggal di istana-istina yang indah dan mereka kekal abadi di dalamnya. Itu adalah balasan Allah atas amal-amal shaleh yang pernah mereka kerjakan di dunia.



A.   Tanahnya
Rasulullah S.A.W bersabda: “Aku pernah masuk ke surga. Disana aku melihat cahaya mutiara dan tanahnya dari kesturi.” (HT. Bukhari dan Muslim)

B.    Sungai-sungainya
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa: di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khomr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; …..” (QS.47:15)

C.    Buah-buahan tidak mengenal musim dan dapat dipetik dari dekat
“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai didalamnya; buahnya tak henti-henti dan naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertaqwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang yang kafir ialah neraka.” (QS.13:35)

D.   Peralatan makan dan minum
“Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca yang terbuat dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya.” (QS.76:15-16).

E.    Pakaian dan perhiasan
“(Bagi mereka) surga ‘and, mereka masuk ke dalamnya, didalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan dengan mutiara dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” (QS.35:33).

F.    Pembaringan mereka
“Didalamnya ada pembaringan-pembaringan yang ditinggikan, gelas-gelas yang terletak (didekatnya), bantal-bantal sandaran yang tersusun dan permadani-permadani yang terhampar.” (QS.88:13-16).

G.   Bidadari
“Dan di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS.56:22-23).

H.   Memandang wajah Allah
Rasulullah SAW bersabda, “jika ahli surga telah masuk ke surga, maka Allah berfirman: Apakah kalian suka aku tambahkan? Jawab mereka: bukankah telah KAU putihkan wajah-wajah kami, bukankah telah KAU masukkan kami ke dalam surga, bukankah telah KAU selamatkan kami dari neraka?. Maka Allah pun membuka tirai hijabNya, hingga wajahNya terlihat oleh mereka. Maka tidak ada sesuatu yang lebih mereka sukai daripada memandang ke wajah Allah.” (HR. Muslim).
Penghuni jannah kekal didalamnya, tidak pernah sakit dan tidak akan mati tidak beranjak usia mereka dari 33 tahun. Keringat mereka harum bak kesturi, tidak ada kesusahan sedikitpun juga. Mendapat kekuatan 100 orang dalam bersetubuh. Istri-istri mereka selalu gadis. Wanita dunia yang masuk surga lebih cantik dari bidadari. Sangat cinta hanya kepada suaminya saja. Hati dan matanya tidak menoleh kepada laki-laki lain.

Penguin jannah tidak ngantuk, tidak tidur, tidak berkotoran apapun dan tidak bersedih sedikitpun. Kenikmatan jannah tiada taranya.

Wahai kaum muslimin ingatlah bahwa jalan menuju ke surga itu penuh onak dan duri. Rasulullah SAW bersabda, “Neraka dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu) dan surga dikelilingi oleh kesulitan-kesulitan”. (HR. Muslim)

Karena itu bersabarkan dalam meniti jalan Allah SWT yang lurus, jalan yang akan mengantarmu ke surgaNya yang kekal abadi. Sabar dalam menjalankan perintahNya, menjauhi laranganNya dan menerima takdirNya.

(Sumber: eLDaSI 10-11-2003)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management